PANGGANGAYOM SEBAGAI JANTUNG DESA WONOREJO

Desa wonorejo terletak sebelah barat namun juga tepat berada pada pinggir Kota Kendal dan ramainya jalur pantura. Bisa dibilang Desa Wonorejo ini merupakan Desa yang sudah cukup maju bila dilihat dari berbagai sektor seperti misalnya pada sektor perairan dan budidaya tambaknya, bahkan pada tahun 2017 Desa Wonorejo berhasil mendapatkan penghargaan pada kategori PAMSIMAS yang diadakan di Jakarta, hal itu tak luput dari peran aktif warga dan perangkat desanya yang memanfaatkan dana bantuan yang ada untuk membuat pengolahan air bersih namun juga sangat terjangkau untuk semua warganya, maka tak ayal banyak dan hampir sebagian besar warga Desa Wonorejo menggunakan air bersih untuk mandi, mencuci dan sebagainya ini dengan menggunkan hasil dari air PAMSIMAS.

Pada 2016 akhir Desa Wonorejo memilih nahkoda barunya yang berlatar belakang dari dunia militer yakni pada diri Pak Iskhon, hal itu membuat perubahan drastis pada kemajuan Desa. Perwatakan dan bawaan yang tegas dan bijaksana berhasil merubah Desa menjadi lebih cekatan dan cepat tanggap terhadap apa-apa yang ada di Desa, jalan-jalan mulai diperbaiki dengna adanya kontruksi beton walau belum seluruhnya tersentuh tetapi hal tersebut merupakan langkah baik dari Pak Iskhon. Selanjutnya Desa Wonorejo sendiri berpenduduk tak lebih dari 5000 jiwa yang terdiri dari 4 Dusun yakni, Dusun Wonorejo, Dusun Larik, Dusun Panggangayom, dan Dusun Lengkong, dimana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya dengan menjadi tani tambak ataupun sebagai pekerja pabrik. Bila dilihat dari wilayah dan data penduduk Ds.Wonorejo bisa dibilang menjadi jantungnya Desa Wonorejo hal itu karena ¾ jumlah penduduk dari Desa Wonorejo bermukim di daerah Panggangayom ini, bahkan jika jumlah penduduk dari Dusun Larik, Dusun Lengkong, dan Dusun Wonorejo digabungkan jumlahnya masih tak lebih banyak dari Dusun Pamggamgayom ini, tak ayal UMKM dan juga Usaha di daerah tersebut lebih banyak dan varian tercatat ada pengolahan bandeng, kerupuk udang, kerupuk rasa bandeng, dan juga bermacam pertenakan seperti kambing, bebek dan sapi dan tentu tak ketinggalan hasil tambaknya seperti udang dan bandeng yang menjadi andalan di Dusun Panggangayom.

Salah satu UMKM yang terkenal di Dusun Panggangayom adalah Ratu Bandeng. Umkm ini memproduksi berbagai macam pengolahan bandeng, seperti bandeng cabut duri. Dalam memproduksi ikan bandeng, Ratu Bandeng dapat memproduksi sebanyak 1-2 kuintal, namun tidak menentu. Sedangkan, di hari raya mendapat peningkatan produksi sebanyak 2-3 ton. Umkm ini sudah memiliki 8 orang pekerja, yang di dominasi oleh para pekerja wanita. Pemasaran umkm hanya melalui para tengkulak, sehingga pemasaran Ratu Bandeng cabut duri ini tidak terlalu meluas. Awal berdirinya Umkm Ratu Bandeng ini, dirintis dengan modal milik sendiri. Dengan mempelajari teknik mencabut duri yang terdapat dalam ikan bandeng. Pemilik UMKM kemudian membagikan ilmunya kepada masyarakat setempat untuk mempelajari teknik mencabut duri ikan bandeng. Cara mengetahui apakah ikan bandeng telah bersih dari semua durinya, dapat dihitung jumlah durinya ±164 duri. Namun, tergantung ukuran ikan itu sendiri juga, butuh kesabaran dan ketelitian dalam mencabut duri ikan bandeng. Untuk menjaga kualitas produksinya, UMKM ini memilih ikan bandeng yang berasal dari para petani tambak. Menurut pemilik UMKM sendiri, dengan memilih ikan dari para petani tambak secara langsung dinilai dapat menjaga kualitas produksi karena langsung hasil dari panen, dibanding membeli ikan di pasar. Ikan-ikan yang telah diolah dapat tahan dalam waktu 4 bulan, karena disimpan di lemari pendingin. Pengiriman dilakukan juga menggunakan freezer box, untuk menjaga kualitas produksi. Dan dikirim dengan mengunakan sepeda motor ke Semarang.

 

Tinggalkan Balasan