KKN UNDIP Bantu Galakkan Revolusi Mental

Foto Bersama Perangkat Desa

KENDAL – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari proses perkuliahan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro. Kegiatan yang dilakukan saat KKN, tidak melulu berbentuk penyuluhan yang monoton, namun bisa juga berupa kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun mental masyarakat. Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang diusung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemanusian dan Sumber Daya menyasar desa-desa di beberapa Kecamatan di Jawa Tengah. Kemenko menggaet beberapa universitas negeri dalam menggalakkan program-program dari revolusi mental tersebut. UNDIP merupakan salah satu universitas yang ditunjuk untuk menyelipkan poin-poin Revolusi Mental dalam program KKN tahun ini. Tim II KKN UNDIP 2018 yang diterjunkan ke desa-desa mendapat titipan program Revolusi Mental bertemakan Gerakan Indonesia Melayani. Para mahasiswa KKN diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayan kepada masyarakat desa. Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, merupakan salah satu sasaran dari program tersebut. Gerakan Indonesia Melayani mencakup 4 kegiatan yakni: Pendampingan Pemanfaatan Dana Desa, Pembuatan Akta Kelahiran, Pembuatan Sistem Informasi Desa, dan Sosialisasi Pelayanan Senyum, Salam, Sapa (3S).

Tim KKN pada Kamis (26/7) bersama perangkat Desa Wonorejo melakukan Pembuatan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) berbasis website. SIDeKa ini bertujuan untuk mempublikasikan informasi-informasi desa kepada masyarakat luas. Selain itu, website desa dapat berfungsi sebagai media branding Desa Wonorejo sendiri. Sasaran utama dari program ini adalah masyarakat luas sehingga masyarakat dapat mengetahui susunan organisasi desa, aktivitas-aktivitas desa, dan potensi yang ada di Desa Wonorejo.

Tim KKN juga melakukan Pendampingan Pemanfaatan dan Transparansi Dana Desa, sehingga dapat diketahui alur pemanfaatan dana. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya transparansi dana desa dapat lebih diketahui oleh masyarakat serta menjalin rasa saling percaya antara warga dan perangkat desa.

Program selanjutnya yaitu Pendampingan Pengurusan Akta Kelahiran Bagi Warga Desa Wonorejo. Program ini menyasar warga yang belum mempunyai akta. Tim II KKN UNDIP membagikan pamflet yang berisi alur pembuatan akta kelahiran kepada ibu-ibu yang datang ke posyandu sekaligus menjelaskan hal-hal terkait pengurusan akta kelahiran, mulai dari manfaat, dasar hukum, hingga tahapan, biaya, dan lama pembuatan. Warga Desa Wonorejo termasuk tertib dalam mengurus akta kelahiran, dimana hampir seluruh sasaran dari program ini telah memiliki akta kelahiran satu keluarga. Diharapkan dengan adanya program ini, warga Desa Wonorejo dapat mengerti proses pengurusan akta kelahiran dan melakukannya secara mandiri.

Program utama dari Gerakan Indonesia Melayani yaitu Pelayanan Berbasis Senyum, Sapa, dan Salam. Program ini menyasar Kantor Desa terutama bagian administrasi yang selalu berhubungan dengan masyarakat secara langsung. Program 3S menuntut para perangkat desa pun warga pada umumnya untuk senantiasa memberikan senyuman, salam, serta sapaan untuk menciptakan suasana akrab antara perangkat desa dengan masyarakat. Dengan begitu masyarakat tidak segan untuk berurusan dengan kantor desa. Hal ini akan memudahkan desa mendapatkan data-data kependudukan yang aktual, valid, dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan