MEMBLUDAK BANGET, PPS Desa Wonorejo Gelar Sosialisasi Pendaftaran KPPS Pemilu 2019

WONOREJO – Sabtu malam pukul 20.00 waktu setempat , (26/1/2019) PSS desa Wonorejo   mengadakan kegiatan sosialisasi perekrutan Anggota KPPS tingkat Desa Wonorejo. Acara yang diinisiasi oleh PPS ini menjadwalkan perekrutan  Anggota KPPS yang nantinya akan berjumlah berjumlah 105 orang untuk disebar di 15 Tempat Pemungutan Suara .

Hadir dalam acara tersebut PPS, Sekretariat dan masyarakat yang intens terhadap kegiatan Pemilu yang di dominasi oleh penyelenggara pemilu sebelumnya. Hadir juga dalam acara tersebut Anggota PPK kecamatan Kaliwungu Arif, K.R.

PPS Desa Wonorejo yang di gawangi oleh Sugiyanto mengedepankan kesiapan para pelaku /penyelenggara pemilu agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar.

“PEMILU 2019 adalah pemilu yang Istimewa, dan yang harus menjadi Penyelenggara Pemilu adalah pribadi pribadi yang super istimewa ” kata Sugiyanto yang lebih familiar dipanggil Om To tersebut.

Sementara Arif, Anggota PPK Kaliwungu dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, ada beberapa perbedaan yang signifikan terkai proses proses pengiriman data hasil pemilu yang lebih lanjut akan di sampaikan pada bimbingan tekhnik secara khusus kepada PPS yang akan di teruskan ke KPPS.

Mutarlih PPS Desa Wonorejo, Agus Edi Kusnanto mengatakan, untuk menjadi anggota KPPS, harus tidak pernah menjadi anggota KPPS selama dua periode. Bukan hanya pada pemilu legislatif tetapi juga pemilihan kepala daerah seperti Pilgub dan Pilbub.

Persyaratan lain, calon KPPS tidak memiliki ikatan pernikahan dengan sesama penyelenggara pemilu pada semua tingkatan.

“Calon KPPS harus mengisi formulir pendaftaran beserta surat pernyataan dan dilengkapi dengan surat keterangan sehat,” jelas Agus, Sabtu (26/01/2019).

Selain itu, harus berusia paling rendah 17 tahun. Pendidikan paling rendah SLTA atau sederajat dan berdomisili di wilayah desa atau kelurahan setempat.

Lanjut Agus, petugas KPPS juga harus memiliki integritas, nonpartisan dan bersikap jujur serta adil. KPPS harus pula memiliki kemandirian, kompetensi dan kemauan bekerja.

“Integritas adalah harga mati bagi penyelenggara pemilu di semua tingkatan, karena dengan integritas akan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu,” terangnya.

Salam PEMILU…!

Tinggalkan Balasan